Rabu, 16 Desember 2015

Hujan dan Rindu

Dalam rintiknya ia menyimpan berjuta kenangan
Aku merasakan hujan bukan sebatas ia datang setelah kemarau panjang
Jika kamu memaknai hujan hanya sebatas hujan
Maka aku tidak.
Aku bisa memaknainya lebih daripada itu
Andai saja kenangan itu tak ku lewati di bawah rintik hujan
Mungkin hujan tak se-spesial ini


Hujan, turunlah
Begitu aku pinta kepada-Nya
Bukan... bukan karena kemarau panjang
Aku meminta hujan karena rindu ini telah lama kupendam dan membuncah
Sedangkan belum seorangpun yang bisa mengobati kerinduanku. Hahahaha
Karena nyatanya, kita hanyalah sepasang tatap tanpa temu
Kita sepasang insan yang saling rindu, namun mulut ini kelu kaku


Biarlah, bulir-bulir doa yang naik ke arsy menjadi usaha dari harapanku
Karena kata orang...
Puncak kerinduan seseorang adalah ketika tidak saling sapa di dunia maya maupun di dunia nyata, namun saling mendoakan di setiap sujud panjang. hmmm akan ku lakukan :)



edisi ga rindu tapi maksa buat melanjutkan draft yang ada hmmmm.


Wassalam,
Jatinangor, 16 Desember 2015
Ruhma Hafia

Sabtu, 14 November 2015

Tak Semua Anugerah Berbentuk Keni'matan

Salam!!!!!
huaaaa ya ampun lama banget gue ga nulis di sini. banyak alasan yang membuat gue jarang posting di blog gue ini. kangen gak sama gueee? hahahayyy. salah satu alasannya adalah........ hidup gue di pelosok, pedalaman halah ga tau lagi lah gue di tempat gue jarang banget sinyal bagus hufff sedih.

btw, sering ga sih berfikir bahwa apa yang kita kerjain udah beres? padahal belum. sering juga ga sih udah merencanakan sesuatu sudah dengan sematang-matangnya, eh meleset.

well, kadang kita seperti bertemu kemenangan, padahal belum nampak garis finishnya. kadang kita menyangka, rencana berjalan akan sangat sesuai. namun tiba-tiba ada kejadian lain yang tidak disangka-sangka. Maka, memang rencana Allah jualah yang berjaya.

tapi tenang kawan, segala puji memang hanya untuk Allah. hanya orang-orang beriman saja yang dapat merasakan Allah saat itu. di saat-saat seperti itulah terkadang kita lepas dan lupa bahwa Allah yang paling mengetahui apa saja yang terbaik untuk kita.

karena ga semua anugerah datang berbentuk sebuah keni'matan. tapi ada kalanya Allah memberikannya dengan cara yang tak terduga-duga.tergantung nanti, kita yang melewatinya dengan cara orang-orang beriman, atau dengan hawa nafsunya.

maha suci Allah, yang membolak-balikan hati manusia......


wassalam,
Jatinangor
Ruhma Hafia

Sabtu, 29 Agustus 2015

Singkat Cerita



Assalamu'alaikum. Salam, fiaddict!!! 
Aku kembaliii yeayyy... pada kangen gak sama gue? lol.
Judulnya aneh banget ga sih? wkwk. gue kebingungan mencari judul abisnya haha.
gimana kabar? sehat lah yaaa... alhamdulillah gue juga sehat, masih makan nasi 3 kali sehari, bukan makan kontramag (re:lawan dari kontra yaitu pro**g) ceritanya ga boleh branding hahaha. iya ceritanya kan gue anak kostan gituuu yang identik dengan kelaparan wkwk. 


Ngomong2 tentang kostan, sekarang gue udah jadi anak kostan nih, pergi merantau untuk menuntut ilmu tsahhh. yaaa emang ga jauh2 amat sih belum sampe Cairo, tp kayanya sih bakalan dikit lagi ke sana. aamiin (please aamiinin). huehehe. Cerita menjdi anak kostan mungkin nanti akan gue posting lg deh. 

Yeahhh Alhamdulillah gue udah keterima di Universitas Padjajaran. Kampus yang sama sekali ga pernah ada di bayangan gue sama sekali. Yaaa emang sih gue pilih ini kampus di SBMPTN tapi ga ada prediksi sama sekali bisa ada di sini. Karena dari dulu emang ibu gue ga pernah ngebolehin gue kuliah di daerah Bandung. Dulu, sebelum gue ada di Jatinangor ini dan belum kenal daerah ini yaaa gue mengira kalau emang UNPAD adanya di Bandung. Mungkin banyak juga orang yang mengiranya kaya gitu. Padahal mah jauh coyyy. Jauh banget dari Bandung. Jadi, yaaa buat kalian yang masih mengira UNPAD ada di Bandung, kalian salah besar. Ekspektasi kalian salah kalau ngebayangin UNPAD ada di Bandung... yaaa kaya gue gini hahahaha. Alhamdulillahnya lagi, gue keterima memang di jurusan yang gue inginkan. Yesss, Sastra Arab.

Panjang banget ceritanya kenapa akhirnya gue bisa sampai di Universitas Padjajaran (UNPAD). Dan dari kejadian ini, gue ngambil sebuah hikmah dan mengalami sendiri sebuah hadits nabi yang bersabda bahwa "Ridhonya Allah ada di ridho orang tua, dan murkanya Allah ada di murkanya orang tua" (HR. Tarmidzi). Jadi, belajar dari kegagalan gue di SNMPTN, akhirnya pas di SBMPTN gue benar2 mempertimbangkan akan memilih dimana gue nantinya. Ketika lagi diskusi, gue menyimpulkan UNPAD itu peluangnya agak besar juga dibandingkan U dan I (ga mau nyebutin, kitati wkwkwk). Akhirnya, izin ke ibu sama bapak "Bu, boleh ga pilih UNPAD blablabla (gue jelasin karena peluangnya lumayan besar)" terus ibu juga mikir gitu, tanpa disangka-sangka ibu ngebolehin. Padahal mahhh dulu gue bener2 ga boleh deh pokoknya klo di UNPAD (karena masih berfikir UNPAD adanya di Bandung). Untuk meyakinkan, gue tanya lagi "ibu beneran ikhlas fia milih UNPAD nih?" terus ibu jawab "Iyaaa, ikhlas". Dan dari situlah mungkin Allah mendengar ikhlasnya dan ridhonya seorang ibu.

Dan.. baru sore hari ini  gue lagi membuka buku catatan harian gue, yoihhh... Iseng-iseng, gue buka dari pertama dan ga sengaja ngebaca tulisan ini. Gue nulis ini kalau ga salah ketika titik baliknya seorang Ruhma Hafia untuk memulai masa semester 2 di kelas 12. Untuk memotivasi diri gue sendiri maka, gue tuliskan syair itu, oh iya gue mengutip kata2nya dari gontor TV. Coba cari, gue lupa apa nama videonya. Pada akhir tulisan gue menulis "Sastra Arab-Univ.Indonesia" wuhuuu saking kepengennya gue masuk UI. hahaha. Tapi ternyata Allah memilihkan UNPAD sebagai tempat belajar gue. Gue yakin Allah punya rahasia besar dibalik ini. Entah kejutan-kejutan apa yang akan gue terima nantinya di UNPAD. Wallahu ya'lam, wa antum la ta'lamun (QS. Al-Baqarah:216)



Pada akhirnya, semua harapan dan doa dihaturkan kembali kepada ilahi, agar semuanya dimudahkan dilancarkan untuk belajar di sini. Belajar tentang kehidupan, pelajaran, dll.

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا...
"Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong" (QS. Al-Isra:80)


Wassalam, Salam Fiaddict!!!
Jatinangor
Ruhma Hafia

Kamis, 09 Juli 2015

Renungan Malam 22

Assalamualaikum...

Ada kalanya hati ini merasa  sepi di tengah keramaian. Betapa sering kedamaian hadir justru di kesendirian malam, saat tiada seorang pun kecuali aku dan DIA. Betapa rindu jiwa ini berkhalwat bersama-Nya, melirih dengan sepenuh hati, menghayati kasih sayang yang DIA beri....

Terkadang kegiatanku membuatku lupa akan diri-MU. Padahal, aku tak ada apa2nya tanpa-MU. Sering kali berbangga  diri, bertumpu pada ciptaan-Mu, sedangkan aku mengabaikan Sang Pencipta. .

Pernah aku merasa cukup tanpa perlu nasehatMU. Mengabaikan petunjuk yang Engkau berikan. Hingga benda itu usang tertimpa debu. Sering juga aku membicarakan agama namun tak mendapatkan esensi agama. Mempelajari islam tanpa cita rasa. Menghapal tanpa beramal.

Ya Allah…. Jangan biarkan aku terombang-ambing dalam jurang kegelapan. Bimbing aku dalam setiap gerak, langkah, dan diamku untuk menuju cahaya-MU  Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba yang sama sekali tak tahu tujuan tanpa arahanmu.

Ya Allah.. Engkau Dzat yang tidak tersembunyi. Engkau yang paling tahu keadaanku, kepada Engkaulah kami arahkan segala tujuan ini, kepada Engkaulah diri ini mengandalkan akan Segala harapan, maka perbaikilah segala keadaan hidup kami dari semua keadaan tindakan dan ucapan langkah serta diam kami.

Kawan.. Sesungguhnya aku adalah tempat khilaf. Sesungguhnya aku sangat dekat dengan kesalahan. Ingatkan aku kawan....

Wassalam,
22 Ramadhan 1436
Ruhma Hafia

Sabtu, 04 Juli 2015

The Power of Doa (2)

Assalamualaikum.... fiaddict.
gimana kabarnya? baik kan? masih makan 3 kali sehari lah ya walau mikirin gue terus kenapa gue gak posting2 gitu kan? hahaha abaikan gue yang ga jelas ini. efek sedang menunggu..... *eaaa* menunggu pengumuman coyyy maksud ane. wkwkwk

btw, gimana puasanya? lancar lah yaaa... tarawih gimana? shaf di masjid gue makin maju nih duhhh kacos emang. ohhh iya!! tadarus gimana? udah khatam lah ya sekarang udah ngulang lagi kan dari juz 1? mantabss memang kalian... btw, gimana keadaan dompet? yang abis buat bukber kebanyakan? *guebanget* yaaa pokoknya semoga uang yang kita gunain buat bukber, ga mengurangi jatah untuk kita bersedekah ya... yoihhh.


btw kali ini gue mau cerita gitu dehhh... 


cerita yang datang dari seorang dokter ah;i jantung dari Pakistan, bernama Dr. Ishan. Suatu hari, Dr. Ishan ingin pulang ke Pakistan dari Saudi Arabia, dia naik pesawat, namun sudah dekat dengan kota Pakistan, pesawat itu mengeluarkan asap dari sayap kirinya. Terpaksa, pesawat itu harus mendarat sesegera mungkin di lapangan luas. Karena beliau sudah berjanji dengan seseorang dan sangat penting, akhirnya ia memutuskan bertanya kepada pilot apakah masih jauh dari Pakistan. Ternyata pilot tersebut berkata, jika Dr.Ishan naik mobil hanya memakan waktu 1 jam. Akhirnya, ia putuskan untuk jalan naik mobil yg kebetulan lewat. Karena pesawat tsb berhenti di tengah pemukiman yg dekat hutan, otomatis Dr. Ishan harus melewati hutan-hutan, namun tiba-tiba petir menyambar, dan mulailah turun hujan dngan derasnya. Sampai akhirnya, jalanan yg ia lewati berlumpur sehingga mobilnya tak bisa untuk berjalan. 



Ia pun melihat sebuah rumah di tengah kesunyian hutan tersebut. Akhirnya ia putuskan turun, dan mengajak si supir untuk menumpang di rumah tersebut untuk sholat. Tak lama ia mengetuk, ternyata ada seorang nenek tua. Dr. Ishan menjelaskan kedatangannya tsb. Nenek itu akhirnya menyuruhnya masuk, dan membuatkannya teh untuk menjamu tamunya itu. Selesai Dr. Ishan sholat, ia melihat seorang anak kecil tidur di atas tempat tidur yg letaknya tak jauh dari tempatnya sholat dalam keadaan yang sangat lemas. 



Ketika ingin pamit pulang, Dr. Ishan menanyakan anak kecil tsb kepada nenek tua tadi "wahai nenek, apakah itu cucumu? Kulihat ia sangat lemas. Mengapa ia nek?" tanya Dr. Ishan. "iya, dia adalah cucuku, nak. Ia sakit jantung" jawab nenek itu. "mengapa tidak engkau bawa ke rumah sakit, wahai nenek?" tanya Dr. Ishan lagi. "sesungguhnya aku tak punya uang, pekerjaanku hanya pencari kayu bakar, aku jg tak cukup mampu jika membawanya ke  rumah sakit. Karena aku sudah tidak kuat lg. Sedangkan di sini tak ada kendaraan yg bisa mengantarnya. Aku sudah berusaha untuk menghubungi rumah sakit, namun pihak rumah sakit menyatakan dokter tersebut baru bisa datang ke sini 6 bulan lagi, nak. Sungguh aku tak punya apa2, yang ku punya hanyalah Allah SWT. Maka dari itu, aku hanya bisa berdo'a kepada Allah: 'Ya Allah, aku dengar di Pakistan sana ada seorang dokter dokter ahli jantung yg sangat hebat, mudahkan segala urusannya (dokter itu), agar cepat selesai dan cepat bisa menyembuhkan cucu ku ya Allah' hanya doalah yg bisa saya lakukan saat ini" jelas dari nenek tua itu sambil menangis. 



Dr. Ishan langsung merasa bahwa yg disebutkan nenek tua tadi adalah ia, yaitu Dr. Ishan. Ia langsung menangis dan bekata pada nenek tua itu "nenek, tahukah engkau? Akulah ahli jantung yg engkau maksud nek. Sesungguhnya atas izin dan takdir Allah lah yg mempertemukan kita saat ini, dimulai dari pesawat saya yg harus terpaksa mendarat, hingga mobil yg saya tumpangi terjebak lumpur dan akhirnya sampai jugalah saya di rumah nenek dalam kurang waktu 6 blm teraebut nek. Saya akan mengobati cucu nenek tsb hingga sembuh nek, sesungguhnya Allah lah yg menetapkan semuanya" nenek tua itu akhirnya sujud syukur. Setelah ia berusaha dan berdoa kepada Allah, akhirnya Allah kabulkan doanya di tengah ketidakmungkinan dari si nenek yg tadi jelaslan tersebut. 



Masya Allahhh... the power of doa emang keren banget yaaaa. kalau diliat dari nenek tadi usaha udah, doa udah, di saat dia sudah menyerahkan semua kepada Allah, di saat itulah pertolongan Allah datang. biidznillah...


btw, 26 Juni kemarin #LGBT diresmikan di Amerika Serikat. wewww, banyak pro dan kontra. kalau gue ditanya di pihak yang mana, ya jelasss gue di pihak kontra. karena yaaa menurut gue Allah udah ciptain ya emang berpasang-pasangan. pasangan yang sesungguhnya, bukan pasangan karena dipasang2in. ngerti kan? huehehehe ngomong apasih gue.


cukup. gue lelah ngetik panjang bangettt.

btw, maaf kalau ada yang kurang berkenan gitu yaaa hihihiwww


wassalam,

Ruhma Hafia